Tribun Manado-david Kusuma
Senin, 28 September 2009 | 22:08 WIB
[IPAT-BO]AMURANG, TRIBUN – Demi meningkatkan tanaman padi sawah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) se-Minsel diundang Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mengikuti sosialisasi pengembangan teknologi Insensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO), di Balai Pertemuan Umum (BPU), Desa Matani, Kecamatan Tumpaan, Senin (28/9).
Sosialisasi ini kerjasama dengan Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana yang dihadiri Bupati Minsel, Drs RM Luntungan.
“Melalui metode IPAT-BO ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena hasil produksinya dapat berlipat ganda,”ujar Luntungan dalam sambutannya.
Sementara Ketua Tim sosialisasi dari Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana, Yedid James Putra Nenobias, mengatakan, kegiatan sosilisasi yang mereka adakan bukan hanya di Minsel, tetapi akan berkeliling di Kodim-Kodim, sewilayah Kodam VII Wirabuana.
“Sosilisasi yang kami adakan ini akan berkeliling di seluruh Kodim yang merupakan wilayah Kodam VII Wirabuana yang ada di enam provinsi, yakni Sulut, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Gorontalo dan Sultra,”kata Nenobias.
Waktu sosilisasi tak terbatas. “Waktu tak terbatas, setelah di satu tempat mulai berjalan, kami berpindah lagi ke tempat lain,”ujarnya.
Setelah kegiatan sosilisasi di BPU Desa Matani, Bupati bersama Dandim 1302 Minahasa Let HK Watoelangkow, Kepala Tim Asistensi Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana Kol Inf Toto Sugardi, beserta kepala SKPD lainnya bertolak ke sawah juga di Desa Matani, untuk menabur benih hasil teknologi IPAT BO.(vid)
Filed under: Uncategorized