Thursday, 06 August 2009 11:17
[TIM IPAT-BO]AMURANG — Petani diimbau untuk menanam dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik. Cara ini untuk mengantisipasi ancaman kekeringan yang bisa terjadi setiap saat. “Harus diantisipasi secepat mungkin, salah satunya dengan Dengan “>sistem IPAT-BO,” ujar Kadis Pertanian Ir Frans Tilaar, kemarin. Dengan sistem itu, petani yang biasa harus “>menggunakan sistim sampai “>proses “>penanaman dengan debit air penuh harus menggunakan debit air datar, atau penanaman macak-macak, mulai dari proses penanaman sampai proses panen. Dengan tata pengaturan air seperti itu, lanjut Tilaar, persawahan yang dikelola petani dipastikan tidak akan kekeringan. Selain itu, sistem ini bisa meningkatkan hasil panen. “Hasil panennya bisa mencapai 8 sampai 10 ton per hektar,” jelasnya, sambil mengatakan itu harus ditunjang dengan penggunaan benih bermutu, cara pemupukan serta pemeliharaannya. Di sisi lain, warga berharap pemerintah melakukan peninjauan langsung di lapangan. Hal ini dimaksudkan supaya ketika kondisi terkritis terjadi, bisa langsung ada tindakan bukan hanya sebatas instruksi. “Kan kalau ada peninjauan lapangan maka petugas bisa melakukan deteksi dini,” harap Tommy dan sejumlah petani lainnya di Kecamatan Tenga.(vif/ddt) Sentra Produksi Padi Kecamatan Tompaso Baru Kecamatan Ranoyapo Kecamatan Tenga Kecamatan Sinonsayang Kecamatan Tatapaan Kecamatan Tumpaan Sumber: Dinas Pertanian
Filed under: Uncategorized